Sabtu, 27 Desember 2008

Will Seduction With Humor Help You Understand Women Better?

Mari Jo Tyler wrote Seduction With Humor to inform and instruct single men how to use humor to seduce women.

Tyler is a well-known intimacy therapist and comedian. In Seduction With Humor, she takes a look at the seduction of women by men from the woman's point of view and shows the men who read the book all of the mistakes that they are making in the seduction process from the woman's point of view and in a manner that is quite funny.

This is what Mari Jo Tyler says about herself: "I can testify as a woman to this. I have dated men who didn't have money, a car, or even a steady job, just because of the way that they made me feel. In the grand scheme of things, a woman will do just about anything for a man that makes her feel a certain way." She goes on to explain that the magic "something" is having a great sense of humor.

My biggest beef with the Seduction With Humor e-book is that there really isn't any new information in it. I will say though that the old information is presented in a very humorous and entertaining fashion.

Mari Jo Tyler offers a 60-day guarantee of complete satisfaction with her Seduction With Humor e-book. She says, "If for any reason, or no reason at all you are not 100% thrilled and delighted with my system, simply shoot me an email within 60 days, and I will refund every penny you paid. I don't believe in a maximum of "30 days" to return an item... I'll actually give you two full months to return my system if you don't see maximum results."

Overall, I would say the Seduction with Humor e-book provides very good value and offers a very entertaining read even for those who do not have an interest in seducing women.

Lewis Hoover has another report on Seduction With Humor here. And click here for more dating advice for men both online and offline.

Article Source: http://EzineArticles.com/?expert=Lewis_Hoover

Rabu, 17 Desember 2008

PUNTEN DIPIJAT

Simatupang suatu ketika pergi ke Bandung untuk urusan dinas kantornya selama satu minggu. Saat Hari minggu dia berjalan-jalan untuk mencari panti pijet untuk melemaskan badannya yang pegal-pegal...

Sesampainya di panti pijat dia langsung memesan tukang pijat perempuan & langsung bergegas ke kamar untuk di pijat.

Pada saat dipijat, sang pramupijat (cewek) ini memijat Simatupang dari bagian atas badannya sampai ke kaki sambil bernyanyi untuk menghibur Simatupang.

Pramupijat : "Es lilin ma akang.... kalapa muda......(ketika sampai pada Anunya/burungnya, sang pramupijat mengucapkan )...Punteennnn..."

Kemudian lanjut nyanyi lagi : "Dipangungsi akang di elus-elus....Punten (melewati anunya Simatupang lagi)..."

Terus begitu nyanyian yang di nyanyikan oleg pramupijat ini. Lama kelamaan Simatupang jengkel juga, lalu membentak sang pemijat.

Simatupang : "Dari Tadi yang kau pijat Es Lilin terus....Punten itu kau Pijat...."
Sent by: mahez yuda on Dec 10th, 2008 Ratinpunten dipijat

PUNTEN DIPIJAT

Simatupang suatu ketika pergi ke Bandung untuk urusan dinas kantornya selama satu minggu. Saat Hari minggu dia berjalan-jalan untuk mencari panti pijet untuk melemaskan badannya yang pegal-pegal...

Sesampainya di panti pijat dia langsung memesan tukang pijat perempuan & langsung bergegas ke kamar untuk di pijat.

Pada saat dipijat, sang pramupijat (cewek) ini memijat Simatupang dari bagian atas badannya sampai ke kaki sambil bernyanyi untuk menghibur Simatupang.

Pramupijat : "Es lilin ma akang.... kalapa muda......(ketika sampai pada Anunya/burungnya, sang pramupijat mengucapkan )...Punteennnn..."

Kemudian lanjut nyanyi lagi : "Dipangungsi akang di elus-elus....Punten (melewati anunya Simatupang lagi)..."

Terus begitu nyanyian yang di nyanyikan oleg pramupijat ini. Lama kelamaan Simatupang jengkel juga, lalu membentak sang pemijat.

Simatupang : "Dari Tadi yang kau pijat Es Lilin terus....Punten itu kau Pijat...."
Sent by: mahez yuda on Dec 10th, 2008 Ratinpunten dipijat

saksi di pengadilan

Seorang pria bertubuh kecil yang menjadi saksi suatu kejahatan terlihat ragu-ragu dan gugup pada saat ia dimintai keterangan oleh seorang pengacara.

Dengan suara yang keras pengacara itu bertanya, "Anda sudah pernah menikah?"

"Sudah, Pak." kata saksi tersebut dengan suara yang kecil. "Satu kali."

"Siapa yang Anda nikahi?"

"Seorang perempuan, Pak!"

Pengacara tersebut dengan marah berkata, "Ya tentu saja yang Anda nikahi itu perempuan. Memangnya Anda pernah dengar ada yang menikah dengan laki-laki?"

Tanpa menunjukkan perlawanan saksi tersebut berkata, "Ada Pak, adik perempuanku."
Sent by: e-ketawa on Dec 17th, 2008